Cegah Pemanasan Global Dimulai Dari Rumah, Inilah 4 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Dilakukan
Minggu, Desember 11, 2016Hari demi hari seiring pertumbuhan pembangunan dan pertambahan jumlah penduduk, banyak ekosistem yang mengalami kerusakaan. Keberadaan capung periset dan dari artikel di BeritaUPI merupakan bio indikator. Artinya jika keberadaan capung sudah sangat jarang ditemukan atau bahkan tidak ada di wilayah tropis, kemungkinan di lingkungan tersebut air dan udara sudah tercemar. Karena capung pada fase larva hidup di lingkungan air yang bersih tidak tercemar.
Dari pengalaman tersebut ada keinginan saya untuk "mengembalikan" keadaan lingkungan masa kecil tersebut, walau mungkin jika bergerak sendiri kurang berdampak besar. Namun dengan bisa mengubah kebiasaan pribadi minimal tidak menambah satu "agen" perusak.
Inilah 4 kebiasaan sehari-hari yang telah saya terapkan untuk terus dibiasakan.
1. Menghemat penggunaan lisrik,
Sumber pembangkit listrik mayoritas menggunakan bahan bakar fosil yang menghasilkan gas buangan CO2 ke udara. CO2 dari pembuangan pembangkit listrik tersebut memerangkap panas matahari yang dipantulkan bumi ke luar angkasa.
Contoh penghematan energi listrik :
- Mengganti semua lampu dengan LED yang memiliki keunggulan hemat daya namun tingkat keterangan lebih tinggi dibanding lampu pijar dan neon
- Menghemat penggunaan lampu listrik dengan mematikan lampu di dalam ruangan yang tidak sedang dipergunakan. Juga mematikan alat-alat bertenaga listrik saat tidak dipergunakan seperti TV, Komputer dan lainya.
2. Menerapkan 2 R (Reduce, Reuse - Mengurangi dan Mempergunakan kembali) terhadap penggunaan sampah plastik.
Seperti diketahui pembuatan plastik menggunakan bahan bakar fosil yang menghasilkan gas buangan CO2. Selain itu limbah plastik juga mencemari air dan juga tanah bahkan udara jika dibakar.
Terkait hal ini, saya sering menolak saat diberi kantong plastik saat membeli di warung atau supermarket. Dari rumah dibiasakan membawa sendiri ... (walau kadang lupa hehehe ...) . Awalnya para tukang warung suka menganggap aneh kebiasaan saya ini, karena mungkin satu satunya di daerah tempat saya tinggal. Tapi saat ada program pemerintah terkait penggunaan plastik berbayar mereka jadi faham bahkan dari awal sangat diuntungkan karena jadi menghemat mereka para tukang warung gak ngeluarin biaya buat beli kantong plastik.
3. Pendam Sampah Organik
Sampah organik yang numpuk di TPA hasilkan bau yang menyengat. Gas gas yang dihasilkan dari sampah organik saat proses fermentasi menghasilkan CO2, Metana dan lainya. CO2 dan Metana yang terbang ke udara bisa menjadi salah satu komponen yang menghasilkan efek rumah kaca yang berakibat pada pemanasan global. Itu pemikiran saya terkait pengelolaan mendam sampah organik. Awalnya tetangga pada "aneh" melihat kelakuan saya yang kayak kucing, 2-3 hari sekali gali lobang di halaman depan rumah . Tapi kesini-kesini dah terbiasa mereka akhirnya faham setelah sering denger sosialisasi pengelolaan sampah. Terkait hal ini terpenting pendam sampahnya jangan di dekat sumur ya? tar takutnya kalau deket sumur bakteri2 pembusuk "mampir" ke tempat terdekat hehehehe.
4. Menanam Tanaman atau Pohon,
nah ini kebiasaan saya banget yang sudah menjadi kebiasaan sewaktu masih TK. Senang aja melihat suasana depan rumah jadi hijau ditumbuhi pohon cabe dan tanaman beberapa jenis bunga. Ketularan ortu juga mungkin kebiasaan menanam ini. Walau pernah dimarahi ortu karena satu tanaman hiasnya mati gegara disiram minyak tanah. hahaha. Padahal niatnya pengen numpas semut perusak tanaman tersebut hehehe.
Tanaman dan pepohonan menyerap CO2 yang jadi penyebab efek rumah kaca. Jadi dengan semakin banyak tanaman dan pohon yang ditanam maka semakin banyak gas CO2 yang terserap terutama pada siang hari. Selain itu tanaman dan pepohonan juga menghasilkan O2 yang dibutuhkan oleh manusia dan hewan. Jadi itung2 sedekah jariyah mungkin, gak bisa ngasih uang ya mungkin bs memberi udara segar O2, satu kaleng Oxycan 500 CC aja bisa lebih dari 50 ribu berarti sedekahnya lumayan juga hehehehe.
Berhubung saat ini saya ngontrak di rumah orang jadi tidak bisa bebas tanam menanam karena suka "dirazia" dicabuti tanaman depan kontrakan sama anak anak tetangga dan Ibu Kosanya jadi semangat buat nanam disini ngendor, tapi inilah foto penampakan tanaman "asal tanam" yang bibitnya saya semai di depan rumah.

Postingan kedua ini Judul dan awalnya kok baku (baca:kaku) banget ya ... ujungnya gak karuan karena dah ngantuk banget.
loading...
0 komentar